PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM PENGELOLAAN PROGRAM DESA WISATA DI DESA SOCO KECAMATAN BENDO KABUPATEN MAGETAN
Abstract
Abstraksi
Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya krusial untuk mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan melalui peningkatan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, dan kesadaran, serta pemanfaatan sumber daya lokal. Penelitian ini berfokus pada program desa wisata di Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, yang ditetapkan sebagai desa wisata berdasarkan Surat Keputusan Bupati Magetan Nomor 188/300/Kept./403.013/2023. Desa Soco memiliki nilai sejarah nasionalisme yang tinggi dan potensi wisata edukasi sejarah, terutama dengan adanya Monumen Soco dan pengembangan Taman Soheden (Soco Herbal Garden). Namun, pengembangan desa wisata ini masih menghadapi tantangan terkait pengelolaan, perawatan aset, promosi, dan pemahaman masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan potensi di Desa Soco dilakukan melalui penyelenggaraan event-event di area wisata, pengembangan pelatihan batik, dan kebun tanaman herbal. Konflik diselesaikan melalui musyawarah mufakat atau musyawarah desa khusus (musdessus). Dukungan dana operasional bersumber dari dana desa yang diusulkan melalui musrenbangdes. Pemeliharaan dilakukan melalui kegiatan kerja bakti dan pembersihan lingkungan, serta pengawasan dan evaluasi melalui rapat anggota tahunan (RAT). Secara umum, pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata di Desa Soco telah berjalan, namun masih memerlukan peningkatan dalam aspek perlindungan hukum spesifik dan diversifikasi promosi.
Abstract
Community empowerment is a crucial effort to develop self-reliance and welfare through the enhancement of knowledge, attitudes, skills, behavior, abilities, awareness, and the utilization of local resources. This research focuses on the tourism village program in Soco Village, Bendo District, Magetan Regency, which was designated as a tourism village based on Magetan Regent Decree Number 188/300/Kept./403.013/2023. Soco Village holds significant historical value in fostering nationalism and has great potential for historical educational tourism, particularly with the presence of the Soco Monument and the development of Soheden Park (Soco Herbal Garden). However, the development of this tourism village still faces challenges related to management, asset maintenance, promotion, and community understanding. This study employs a descriptive qualitative method with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The data analysis techniques involve data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the development of Soco Village’s potential is carried out through hosting events in the tourism area, organizing batik training, and cultivating herbal plant gardens. Conflicts are resolved through deliberation and consensus or special village meetings (musdessus). Operational funding comes from village funds proposed through village development planning meetings (musrenbangdes). Maintenance is conducted through community clean-up activities, while monitoring and evaluation are carried out through annual member meetings (RAT). Overall, community empowerment in managing the tourism village in Soco Village has been implemented but still requires improvements in specific legal protection and diversification of promotional efforts.
Full Text:
PDFReferences
Abdurokhman. (2014). Pengembangan potensi desa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Agustino, L. (2014). Politik lokal dan otonomi daerah. Bandung: Alfabeta Bandung.
Amrulloh, Z. (2014). Pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata pada dusun tradisional Sasak Sade Lombok NTB (Skripsi tidak dipublikasikan). Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Ayuningtyas, D. (2023). Dukungan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Aziz, M. A., dkk. (2005). Dakwah pemberdayaan masyarakat: Paradigma aksi metodologi. Yogyakarta: PT. LKiS Pelangi Nusantara.
Bariun, L. O. (2015). Hakikat kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam penyelesaian sengketa hasil pemilihan kepala daerah yang berkeadilan (Disertasi). Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Bungin, B. (2007). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Dirlanudin, A. (2018). Pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fatmala, A. (2024). Pengembangan desa eduwisata berbasis sejarah di Desa Soco, Magetan. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 1(1), 1–10.
Ghony, M. D., & Fauzan, A. (2014). Metode penelitian kualitatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Gunawan, I. (2013). Metode penelitian kualitatif teori & praktik. Jakarta: Bumi Aksara.
Hadiwijoyo, S. S. (2012). Perencanaan pariwisata perdesaan berbasis masyarakat (sebuah pendekatan konsep). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Hilda, S. (2018). Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Jurnal Pariwisata, 5(2), 123–130.
Kaligis, J. (2020). Peran sumber daya manusia dalam pengembangan desa wisata. Jurnal Manajemen Pariwisata, 8(1), 45–55.
Keputusan Bupati Magetan Nomor 188/300/Kept./403.013/2023 tentang perubahan atas Keputusan Bupati Magetan nomor 188/100/Kept./403.103/2022 tentang penetapan desa wisata di Kabupaten Magetan. (2023, 22 September).
Mahmudah, I., & Hertati, D. (2023). Collaborative governance dalam perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Karimun Jawa di Kota Surabaya. Publika, 12(1), 261–272.
Martiarini, R. (2017). Strategi pengembangan desa wisata melalui pemberdayaan masyarakat Desa Ketenger Baturraden (Skripsi tidak dipublikasikan). Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto.
Mushafi, A. (2023). Perlindungan hukum masyarakat desa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Najiyati, S., Asmana, A., & Suryadiputra, I. (2005). Pemberdayaan masyarakat di lahan gambut. Bogor: Wetlands Internasional - Indonesia Programme dan Wildlife.
Ni’mah, A. (2019). Pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata (Studi pada Kelompok Mina Sejahtera di Desa Talun Kecamatan Kayen Kabupaten Pati). Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang.
Nugraha, G. S., & Maulina, R. (2010). Kamus besar bahasa Indonesia. Surabaya.
Pawito. (2008). Penelitian komunikasi kualitatif. Yogyakarta: LKiS.
Pratiwi, H. (2017). Strategi pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata mandiri di Desa Wanurejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang (Skripsi tidak dipublikasikan). Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.
Rahman, A. F. (2011). Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata. Wahana Informasi Pariwisata: Media Wisata.
Retnami, S. (2001). Sistem pemerintahan daerah di Indonesia (Makalah). Jakarta: Kantor Menteri Negara Otonomi Daerah Republik Indonesia.
Riyanda, R. D. (2022). Pemberdayaan masyarakat melalui program desa wisata berbasis potensi lokal di Desa Denai Lima Kabupaten Deli Serdang. Universitas Medan Area.
Sarundajang. (2012). Arus balik kekuasaan pusat ke daerah (Cet. ke-3). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Sitanggang, C., & Situmorang, V. M. (1994). Hukum administrasi pemerintahan daerah. Jakarta: Sinar Grafika.
Soeharto, E. (2005). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat. Bandung: Rafika Aditama.
Soeharto, E. (2010). Pemberdayaan masyarakat: Konsep, kebijakan, dan implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Soeharto, E. (2014). Pemberdayaan masyarakat: Konsep, kebijakan, dan implementasi (Edisi revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Soekanto, S. (1987). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Soleh, A. (2017). Pengembangan potensi desa. Yogyakarta: Deepublish.
Subekti, A. (2019). Statistik desa di Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sundari, S. P. (2015). Pemberdayaan masyarakat berbasis desa wisata di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul (Skripsi tidak dipublikasikan). Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Syafiie, I. K. (2010). Pengantar ilmu pemerintahan. Jakarta: Refika Aditama.
Tyas, R. (2018). Pemeliharaan infrastruktur desa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Victorino, J. (2004). Potensi lokal dan pembangunan ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Widiyawati, S. (2020). Peran pariwisata dalam pembangunan ekonomi lokal. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 10(1), 50–60.
Refbacks
- There are currently no refbacks.